Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2015

Sekali Mendayung, Dua Tiga Pulau Ditinggalkan

Orang - orang berkata jatuh cinta itu indah, berjuta rasanya, menyenangkan. Buat ku BULLSHIT!! Memang, di satu sisi kata itu memang benar adanya. Tapi kita harus menerima konsekuensinya. Kita harus menerima resiko apa yang kita lakuin. Semakin besar rasa seseorang, semakin berat perasaan yang ditampung orang itu.

Gak selamanya jatuh cinta itu asyik. Gak selamanya jatuh cinta itu menyenangkan. Semua hal itu kalian dapatkan ketika perasaan kalian sanggup ditampung sama orang yang kalian cintai. Bagaimana dengan yang tidak direspon ? Bagai setetes hujan yang jatuh di tengah danau. Ada, tapi tidak akan dianggap. Memang beriak, tapi apakah ada orang yang rela ke tengah danau hanya untuk melihat riakan air tersebut ?

Rabu, 06 Mei 2015

I Can't Do It

Ehm. Kali ini gue nulis cerpen lagi. Sebelumnya gue nggak pernah kan bicara gini sebelum Cerpen dimulai ? Haha. Gue nulis ini buat persembahan untuk orang yang disana.

Yaahh, semoga perasaan gue bisa tercurah lewat cerpen gue yang satu ini.

*****

Jumat, 10 Oktober 2014

Sebatang Rokok Di Meja Biliard

Sebatang Rokok Di Meja Biliard
Cerpen Vebri Satriadi

            “Merokok dapat membunuhmu.”

            Itulah yang kudengar (lebih tepatnya) melihat tulisan di beberapa iklan TV maupun poster dijalanan. Tetapi entah kenapa orang seakan tidak peduli dengan kalimat itu. Malah kulihat semakin banyak yang jadi korban rokok disekitarku. Bahkan anak SD pun sudah bisa merokok. Aku heran mengapa itu bisa terjadi.

            Namun entah mengapa sampai saat ini aku tidak pernah mendengar kabar orang meninggal karena rokok. Yang kudengar hanyalah “Beliau meninggal diakibatkan serangan jantung, mungkin beliau sering merokok.” Semua orang meninggal karena penyakit berbahaya pasti dikaitkan dengan rokok.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Gadis Pantai

GADIS PANTAI
Cerpen Vebri Satriadi

            Semilir angin mencoba menerobos lewat tubuh. Terasa kesejukkan yang sendu dan menenangkan hati saat angin tersebut melewati tubuh. Cuaca cerah dengan sedikit awan seputih kapas menggantung indah dilangit biru. Ditambah aroma pantai dan suara tabrakan ombak semakin membuat tubuh ini pasrah kepada kehendak Tuhan.

            Aku terbaring dan menikmati suasana pada saat itu. Suasana yang baru pertama kali aku temukan selama hidupku. Biasanya aku hanya melihat pantai wisata yang sangat ramai dikunjungi para wisatawan. Air yang kotor, pasir yang mulai menghitam, dan ombak yang deras sangat tidak cocok dengan apa yang kusebut dengan ketenangan selama ini.

Sabtu, 20 September 2014

Penemuan Harta Karun!

PENEMUAN HARTA KARUN!
Cerpen Vebri Satriadi

            Disebuah bongkahan kayu yang terdapat beberapa lembaran kain, dan ditengah lautan yang luas seolah seseorang hanyalah sebiji debu diatas tumpukan pasir. Gelombang laut yang terpecah mengeluarkan suara yang sangat membuat semangat berpetualang. Dilengkapi beberapa besi yang runcing nan tajam siap menusuk dan menebas apa yang dianggap musuh. Tidak lupa sepetak kayu yang disusun menyerupai perisai yang siap menahan serangam dari musuh.

            Seorang kapten bajak laut sedang mengembara keliling membelah lautan bersama awak kapalnya. Mereka menginginkan sebuah harta karun sehingga membuat mereka hidup sejahtera. Sudah bertahun-tahun lamanya mereka mencari, tetapi tidak ada satu gram emaspun yang mereka dapatkan. Namun suatu hari, sesuatu terjadi.

Kamis, 14 Agustus 2014

Tolong, Disini Gelap!!

Tolong, disini gelap. Setetes cahayapun tidak sedikitpun mengenai bola mataku. Benar-benar gelap. Layaknya malam ditengah hutan yang tidak ada cahaya bintang dan juga rembulan. Tak ada sedikitpun penglihatan yang dapat diandalkan. Siapapun tolong beri penyinaran dimataku.
Kalau saja ada cahaya sekarang, aku pasti dapat melakukan hal kesukaanku sekarang. Sudah lama aku ingin melakukannya, yaitu bermain futsal bersama teman-teman. Sudah lama kami merencanakannya sekaligus temu kangen bersama teman SMA dulu. Salahsatu dari kami sudah membooking lapangan futsalnya untuk 2 jam yang dimulai pada pukul 10 malam. Susah sekali untuk mengumpulkan kami semua sampai akhirnya kami berkumpul bersama-sama. Memang butuh waktu yang lama, tapi itu tak masalah selama kami bertemu kembali. Tapi sekarang mungkin sedang malam dan listrik padam.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Surat Terakhir Untukmu, Liz

Halo Liz. Sudah tidak terasa kita sudah tidak menatap satu sama lain, walaupun aku yang menatapmu dan kamu tidak balas menatap. Aku rindu melihat matamu yang bersinar, mendengar suaramu yang indah, senyum manismu itu yang tidak bisa kulupakan dan akan terus terpikirkan olehku setiap aku mau pergi ke alam mimpi. Entah bagaimana dan mengapa engkau meninggalkanku, tapi percayalah, aku selalu menantikanmu liz. Dan dengan surat ini, aku ingin mengingatkanmu tentang masa-masa indah kita dulu.

Liz, aku pernah bermimpi tentang kita berdua. Kita saling bertatapan satu sama lain diiringi oleh bergantinya langit senja ke malam yang gelap pada sebuah surga pantai yang ada di mimpiku liz. Saat itu aku menggenggam tanganmu, engkau membalas menggenggam tanganku dengan erat. Ombak langsung berkejaran kearah kita waktu itu. Hatiku saat itu benar-benar seperti ditaburi benih cinta yang akan berubah menjadi tunas. Dan pada saat aku mendekatkan bibirku ke keningmu, engkau melepaskan genggamanmu dan pergi menjauh dariku. Semakin aku berusaha mengejarmu, bayanganmu semakin lama semakin hilang dari pandanganku. Ketika aku terjaga, kupikir itu mimpi indah, tapi aku tidak tahu itu artinya apa liz. Bisakah engkau menjelaskan?