Halo Liz. Sudah tidak terasa kita sudah tidak menatap satu sama lain, walaupun aku yang menatapmu dan kamu tidak balas menatap. Aku rindu melihat matamu yang bersinar, mendengar suaramu yang indah, senyum manismu itu yang tidak bisa kulupakan dan akan terus terpikirkan olehku setiap aku mau pergi ke alam mimpi. Entah bagaimana dan mengapa engkau meninggalkanku, tapi percayalah, aku selalu menantikanmu liz. Dan dengan surat ini, aku ingin mengingatkanmu tentang masa-masa indah kita dulu.
Liz, aku pernah bermimpi tentang kita berdua. Kita saling bertatapan satu sama lain diiringi oleh bergantinya langit senja ke malam yang gelap pada sebuah surga pantai yang ada di mimpiku liz. Saat itu aku menggenggam tanganmu, engkau membalas menggenggam tanganku dengan erat. Ombak langsung berkejaran kearah kita waktu itu. Hatiku saat itu benar-benar seperti ditaburi benih cinta yang akan berubah menjadi tunas. Dan pada saat aku mendekatkan bibirku ke keningmu, engkau melepaskan genggamanmu dan pergi menjauh dariku. Semakin aku berusaha mengejarmu, bayanganmu semakin lama semakin hilang dari pandanganku. Ketika aku terjaga, kupikir itu mimpi indah, tapi aku tidak tahu itu artinya apa liz. Bisakah engkau menjelaskan?